cool hit counter

PDM Kabupaten Cianjur - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Cianjur
.: Home > Artikel

Homepage

Dialog Imajiner Bersama Sang Pencerah

.: Home > Artikel > PDM
08 Oktober 2011 13:04 WIB
Dibaca: 1802
Penulis : Marwan AB, S.Pdi

Muhammadiyah sejak kelahirannya telah mengambil momen-momen penting dan menentukan dalam perjalanan bangsa dan negara indonesia,

Baik sejak awal kebangkitan dan kemerdekaan hingga  yang terjadi dizaman kiwari, Itulah Rihlah atau perjalanan panjang Persyarikatan Muhammadiyah. Sebuah perjalanan sejarah yang bukan semata-mata panggilan kebangsaan, tetapi lebih penting lagi adalah merupakan wujud aktualisasi keagamaan dalam bentuk dakwah Muhammadiyah yang tak kenal lelah untuk mencerahkan dan menebar kemaslahatan sebagai manivestasi dari ikhtiar dalam menghadirkan Islam satu-satunya agama yang membawa risalah kebenaran sebagai Rahmatan Lil Alamin.

Bagaimana Kiprah Muhammadiyah dalam peran sertanya membangun bangsa dan negara, berikut adalah cuplikan dialog imajinasi antara salah seorang kader persyarikatan Muhammadiyah Cianjur bersama KH. Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah.

MERS.Sebagai salah seorang yang dilahirkan dari keluarga Muhammadiyah saya dikenalkan oleh orangtua dengan Muhammadiyah sejak dini, mungkin sebelum masuk masa usia sekolah atau bisa jadi sejak masih orok beureum, setelah itu sejarah kelahiran dan latar belakang berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah juga saya pelajari dibangku sekolah karena kebetulan dari mulai Sekolah Dasar sampai SMA bahkan mesantren segala selama enam tahun di Lembaga Pendidikan Muhammadiyah, tetapi saya ingin tahu lebih dalam lagi tentang kiprah Muhammadiyah diawal kelahirannya dulu ?.

KIYAI.Pada awal kelahirannya, ketika era kebangkitan nasional mulai menyingsing, Muhammadiyah berjuang bersama kekuatan bangsa yang lainnya seperti Syarikat Islam, Boedi Utomo untuk kemerdekaan Indonesia. Selain itu Muhammadiyah juga turut meletakkan landasan bagi kemajuan bangsa dengan mempelopori gerakan Pendidikan, pelayanan kesehatan dan kesejahteraan, sosial dan yang lainnya.

Kontribusi lain khususnya untuk keummatan (dienul Islam) ?

Ya.., bahkan Muhammadiyah juga mempelopori cara berpikir dan sikap hidup maju serta modern dengan tetap kokoh dalam keimanan dan kepribadian selaku Muslim, itulah sesungguhnya Islam yang bermartabat dan berkemajuan yang dipelopori Muhammadiyah untuk dikhidmatkan kepada ummat dan bangsa. Sehingga dengan gerakan nyata seperti itulah Muhammadiyah telah memberikan modal sosial yang sangat besar sekaligus membangun tonggak peradaban bangsa dan kemajuan ummat, sebab tanpa kualitas akhlak, tanpa pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan yang baik mana mungkin sebuah bangsa dapat bebas dari dominasi kekuatan lain serta mampu mengisi kemerdekaan.

Apakah ini merupakan saham terpenting dari Kiyai beberapa murid kiyai sehingga memperoleh gelar Pahlawan Nasional ?

Bukan saham tetapi pengkhidmatan dari seorang anak bangsa untuk negaranya melalui wadah Persyarikatan Muhammadiyah. Dan gelar pahlawan nasional itu bukan kami yang minta toh, sebab yang diharapkan dari usaha selama ini hanya Mardhotillah itu saja toh.

Mungkin gelar pahlawan yang dianugrahkan oleh pemerintah terhadap kiyai dan beberapa tokoh Muhammadiyah lainnya itu sebagai bukti penghargaan atas jasa dan amal shalih yang telah dilakukan untuk bangsa dan negara

Mudah-mudahan begitu, tetapi kami tidak meminta toh, anda kan tahu sendiri pemerintah menganugrahkannya itu beberapa tahun setelah kami tiada masak lupa katanya sudah baca sejarah semenjak masih kecil, sekali lagi yang terpenting sesungguhnya adalah kami ingin menunjukkan bahwa Muhammadiyah itu hadir untuk membangun peradaban modern yang berbasis iman dan akhlakul karimah sebab itu Islam sebagaimana yang diterapkan oleh Rasulullah saw.

Pertanyaan yang agak menarik nih kiyai, ditengah hiruk pikuk dunia perpolitikan sekarang, saya membayangkan andaikata muhammadiyah dahulu adalah Partai politik kira-kira nasibnya seperti opo saiki ?.

Andaikan Muhammadiyah pada awal gerakannya memnempuh jalur politik, dan tidak terpokus pada gerakan keagamaan dan kemasyarakatan, maka boleh jadi usianya tidak akan lama karena dihempas kepentingan-kepentingan sesaat.

Memangnya kenapa kiyai ?

Ya, karena gerak politik itukan memang seringkali menarik dan spektakuler terutama untuk jangka pendek dan menengah, tetapi pada umumnya terhempas ditengah jalan dalam pergolakan jangka panjang.

Apakah gerakan yang memilih jalur politik bisa diibaratkan pasukan yang menang dalam pertempuran tetapi akhirnya kalah dalam peperangan, begitu ?

Ya.. bisa jadi. Tetapi alhamdulillah Muhammadiyah tidak termasuk kadalam kategori itu, sehingga kalau toh menang dalam pertempuran insya’Allah berhasil dalam peperangan kendati melalui perjuangan jatuh bangun. Perjuangan Muhammadiyah itu kan tidak hanya ikut dalam perjuangan fisik melawan tentara penjajah tetapi juga perjuangan melalui gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar untuk pencerahan peradaban diantaranya dengan pendidikan.

Ketika bangsa Indonesia berada dalam pertaruhan membangun tonggak awal kemerdekaan, apa sumbangsih Muhammadiyah yang paling berharga untuk bangsa dan negara waktu itu ?

Pada awal kemerdekaan Muhammadiyah juga memberikan sumbangsih paling berharga diantaranya Ki Bagus Hadikusuma sebagai tokoh puncak Muhammadiyah termasuk anggota panitia sembilan perumus preambule UUD 1945. beliau telah mewakili jiwa besar dan ksatria ummat Islam dengan melepas tujuh kata dalam piagam jakarta demi keutuhan nasional, meskipun berada dalam proses politik yang tidak fair. Demi bangsa dan negara yang baru berusia sehari Muhammadiyah melalui Ki Bagus Hadikusuma telah rela membela keutuhan dan kepentingan bangsa diatas kepentingan golongan.

Banyak pihak memberikan apresiasi positif atas perjuangan Muhammadiyah, bahkan Bung Karno Presiden pertama RI pada sambutan muktamar setengah abad yang lalu tahun 1962 di jakarta menyatakan “ Makin lama saya makin mencintai Muhammadiyah “. Sebuah pengakuan dari salah seorang pendiri bangsa ini atas komitmen perjuangan Muhammadiyah yang tanpa pamrih untuk bangsa dan negara. Bahkan dibelakang hari berbagai pihak ditubuh bangsa ini banyak yang mengakui kiprah dan pengkhidmatan Muhammadiyah yang tak kenal lelah

Ya.., syukur alhamdulillah atuh kalau gitu mah, Cuma sebagai pendiri persyarikatan saya berpesan kepada ananda serta kepada semua generasi pelangsung dan penyempurna Persyarikatan untuk tetap berjuang secara sungguh sungguh, ikhlas jangan menyimpang dari koridor yang telah digariskan oleh organisasi sesuai yang telah di amanatkan oleh permusyawaratan,  jangan seenaknya sendiri karena Muhammadiyah sejak awal menempuh jalur kepemimpinan kolektif kolegial tidak ada hak prerogatif perseorangan, jangan berlaku tidak adil dalam mengambil kebijakan sehingga berbuat dholim terhadap yang lainnya,  jangan mendengar informasi sepihak karena kedekatan, karena jabatan, kekayaan dan lain-lain tetapi dengarlah pendapat atau masukan dari semua pihak, jangan membudayakann koncoisme, dan yang harus ananda ingat Kalau suatu saat dipercaya memimpin organisasi, jadilah pemimpin yang dapat menjadi sumber mata air bagi warganya jangan sebaliknya menjadikan warganya berurai air mata.

Itulah sekilah dialog imajinasi bersama KH. Ahmad Dahlan pendiri Persyarikatan Muhammadiyah sebagai sebuah momentum sejarah yang penting dan menjadi mozaik yang tak ternilai dari kehadiran Muhammadiyah diawal kelahirannya dalam pentas perjalanan nasional,

babak sejarah berikutnya menunjukkan kiprah yang tak kalah besar, pada era peralihan orde lama ke orde baru, Muhammadiyah beserta kekuatan bangsa yang lainnya telah mengambil peran sejarah yang penting, kendati selama beberapa dekade setelah rezim orde baru yang ikut dibidaninya itu lahir dan berkuasa kemudian memarjinalkan ummat Islam secara massiv, inipun termasuk pengorbanan Muhammadiyah dan ummat Islam lainnya.

Diera orde baru sungguh mencekam kehidupan ummat beragama, banyak kegiatan ummat islam yang serba diawasi dan diintimidasi, hingga para muballigh pun diawasi dan tidak leluasa dalam berdakwah padahal semua itu untuk kepentingan bangsa, gerak dakwah yang sejatinya untuk mencerahkan dan kemaslahatan bangsa menjadi terhambat dan memperoleh banyak rintangan. Ummat Islam serba didiskriditkan.

Ketika era reformasi lahir. Muhammadiyah pun mengambil peran yang signifikan. Bahkan tidak tanggung tanggung Ketua Pimpinan Pusat waktu itu Prof. Dr. H. M. Amien rais, MA terjun langsung kegelanggang perjuangan dan kemudian menjadi tokoh utama Reformasi. Momentum reformasi itu bahkan dilanjutkan oleh tokoh Muhammadiyah lainnya seperti Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, Prof. Dr. Ahmad Malik Fajar, Prof. Dr. H.M. Dien Syamsudin, MA dan beberapa tokoh Muhammadiyah lainnya dan lain-lain dengan menjalankan peran-peran intelektual dan kultural sehingga tokoh-tokoh Muhammadiyah tersebut memperoleh tempat khusus dalam dinamika kontemporer bangsa Indonesia.

Bahwa dikemudian hari Reformasi berjalan tertatih-tatih, tentu itu diakui oleh semua pihak. Namun bukan berarti tanpa keberhasilan karena meruntuhkan sebuah tembok besar kekuasaan yang sudah menahun, mengakar bahkan menjamur bukan pekerjaan yang mudah. Lebih lebih untuk membangun tatanan yang baru ditengah warisan krisis multidimensi sebelumnya.

Tentunya kita tidak ingin menjadi bangsa yang pelupa yang lemah semangat dalam meretas masa depan hanya karena dihadapkan pada sebuah tantangan, Reformasi harus kita syukuri dan kita lanjutkan dengan langkah-langkah strategis. Jarum sejarah tidak akan berputar kembali kebelakan “Lan Tarji-al-ayyaamu-allatii madhoth”. ( tidak akan kembali hari-hari yang telah lewat ) bangsa ini harus berani menghadapi masa depan dengan jiwa ksatria dan penuh optimisme, dan Muhammadiyah termasuk yang akan tetap istiqomah andil melanjutkan reformasi dan melakukan penyelamatan bangsa di Republik tercinta ini.

Karena itu jika kini Muhammadiyah berkiprah untuk bangsa mel;alui peran keagamaan dan kemasyarakatan sudah selayaknya mendapat dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah, baik berupa dukungan politik, moral bahkan material. Karena yang dilakukan oleh Muhammadiyah bukan semata hanya untuk Persyarikatan tetapi semua dikhidmatkan untuk bangsa, siapapun yang membantu Muhammadiyah pada hakikatnya membantu dan mendukung kemajuan bangsa.

Karena itu pula jika Muhammadiyah banyak melakukan kritik kepada bangsa ini, maka kritik itu merupakan wujud dari kecintaan terhadap bangsa dan negara. Sebab itulah hakikat amar ma’ruf nahi munkar untuk penyelamatan bangsa dan kemaslahatan nasional, Insya Allah dengan semangat dakwah dan sesuai dengan kepribadian Muhammadiyah akan tetap santun dalam menyampaikan kritk demi kemaslahatan bersama, Muhammadiyah juga akan senantiasa memberikan apresiasi dan mendukung hal-hal yang baik ditubuh bangsa ini, juga memberikan dukungan positif pada kebijakan pemerintah diberbagai tingkatan mulai pusat sampai daerah selama kebijakan pemerintah itu baik dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Karena itu pula Muhammadiyah mengajak kepada segenap kekauatan bangsa, terutama pemegang amanat rakyat di eksekutif, legislatif serta yudikatif untuk bersama-sama lebih bekerja keras untuk mencerahkan barbagai persoalan nasional dan lokal dengan penuh amanah dan kesungguhan. Insya Allah akan selalu ada solusi bagi siapapun yang bersungguh-sungguh dalam menyelasaikan masalah dipersada Indonesia tercinta ini sebagaimana janji Allah, “ man jahada fina lanahdiyannahum subulana “ Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ditunjukkan Allah banyak jalan keluar.

Wallahu a’lam bishowab.

 

Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada para pimpinan disemua tingkatan, para sepuh dan warga Muhammadiyah lainnya Tulisan yang diawali dengan dialog imajinasi ini hanyalah sebagai bentuk keinginan penulis dalam membantu mensosialikan kembali Muhammadiyah dengan versi sesuai kemampuan. Tulisan ini diambil dari berbagai sumber khususnya yang diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tags: pp , muhammadiyah , pusat
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori :

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website