cool hit counter

PDM Kabupaten Cianjur - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Cianjur
.: Home > Artikel

Homepage

MENCERAHKAN NURANI

.: Home > Artikel > PDM
08 Oktober 2011 12:58 WIB
Dibaca: 1216
Penulis : Marwan AB, S.Pdi

Musawarah Daerah merupakan forum permusyawaratan tertinggi tingkat daerah setelah beberapa permusyawaratan rutin tahunan, semesteran seperti Rapimda dan lain-lain yang selalu dilaksanakan dalam perjalanan pergerakan Pemuda Muhammadiyah.

Muyawarah Daerah memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi atas laporan pertanggung jawaban Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah selama masa kepemimpinan sebelumnya (2002-2006), menyusun garis-garis besar haluan gerakan, membahas persoalan fundamental yang dihadapi baik yang bersifat global maupun local yang dihadapi ummat serta memilih dan menetapkan pimpinan baru untuk masa kerja 2006-2010.

Dalam konteks ini, Musyawarah Daerah Pemuda Muhammadiyah memiliki makna sangat penting dan strategis bagi perkembangan kedepan Pemuda Muhammadiyah.

Penting, karena Musyawarah Daerah dilaksanakan dikala bangsa tidak terkecuali warga Muhammadiyah di Kabupaten Cianjur masih diliputi oleh beragam keterpurukan, sehingga kondisi ini menuntut keterlibatan aktif Pemuda Muhammadiyah bersama komponen bangsa lainnya (Ormas dan OKP) untuk senantiasa menjalin kerjasama serta ikut memberikan kontribusi yang bersifat solutuf.

Strategis, karena dalam periode yang akan dating Pemuda Muhammadiyah akan dihadapkan pada berbagai peristiwa Nasional maupun local seperti ritual politik lima tahunan mulai dari Pemilihan Gubernur Jawa Barat, Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden secara langsung. Dalam konteks ini Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu komponen generasi muda tentu saja dituntut untuk memainkan peran strategis, baik dalam konteks keterlibatan langsung kader-kadernya yang terlibat aktif dalam kegiatan politik maupun keterlibatan tidak langsung lewat pengawasan-pengawasan atas lembaga-lembaga public, terlebih untuk lembaga-lembaga yang selama ini banyak mendapat sorotan bahkan cibiran dari masyarakat.

Di Internal Persyarikatan Muhammadiyah pada kurun waktu 2006-2010. Muhammadiyah akan memasuki usia yang ke 100 Tahun ( 1 Abad ), baik dihitung berdasarkan kalender Hijri maupun Miladi. Oleh karenanya Pemuda Muhammadiyah sebagai Pelopor, Pelangsung dan Penyempurna cita-cita Muhammadiyah mempunyai tanggungjawab besar untuk mengawal momentum bersejarah tersebut.

Konteks keterlibatan Pemuda Muhammadiyah tentu saja bukan semata karena persoalan tangguingjawab moral bagi terciptanya sebuah perubahan kearah yang lebih baik, dan perubahan yang diinginkan adalah lebih pada perubahan NURANI yang seakan kehilangan élan fitalnya seiring menguatnya budaya hipokritisme di masyarakat yang tampil serba dengan bungkus “kepura-puraan” berselimut Prinsip kemunafikan.

Tentu tanggungjawab atas hal tersebut bukan sesuatu yang mudah, selain harus mampu memberikan uswah pada sikap dan praksis di masyarakat, mengajak kelompok lain untuk secara serius memperbaiki Nurani bangsa juga bukan hal yang gampang karena persoalan nurani adalah persoalan semua pihak.

Namun meskipun demikian, upaya pembentukan masyarakat yang peka nuraninya mesti tetap menjadi prioritas. Sebab inilah cara yang memungkinkan bagi terbentuknya masyarakat bernurani, yaitu masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai keadilan dan persamaan. sehingga tidak terjadi yang satu mendholimi yang lainnya. Oleh karena itu nilai-nilai tersebut sudah saatnya Pemuda Muhammadiyah tampil sebagai subjek perubahan sehingga dapat mengambil peran dimasa depan.

Salah satu yang diperlukan dalam upaya membangun masyarakat bernurani adalah pentingnya mengedepankan pembumian akhlak ( moral dan etika ) dalam realitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Akhlak atau moralitas menempati posisi yang sangat fundamental untuk terciptanya sebuah perubahan. Tidak ada bangsa yang maju tanpa akhlak dan etika, bahkan tidak sedikit bangsa yang binasa lantaran mengabaikan masalah Nurani. Sejarah mencatat didalam banyak ayat Al-Qur’an yang menggambarkan kehancuran bangsa-bangsa yang menafikan persoalan Nurani, dan sungguh suatau bangsa akan tegak selama bengsa tersebut mampu menegakkan Nurani,

Wallahu a’lam


Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori :

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website